Wednesday, September 20, 2006

Yahobu ! Manerenere si alabe

Yang menjadi kerisauan kita ialah: bahwa 'bangunan' Bahasa Nias yang kita warisi itu mulai 'porak-poranda' oleh 'konvensi' yang dipaksakan dari luar. Kaidah-kaidah Bahasa Nias yang keliru yang secara tak sengaja dimunculkan oleh orang lain tidak pernah merisaukan kita. Yang lebih menyedihkan adalah proses 'pembiaran' yang kita lakukan: kita tidak memprotes ketika nama atau marga kita di KTP ditulis secara salah, kita selalu 'memaklumi' penulisan yang salah kata-kata Li Niha oleh orang lain tanpa pernah berusaha mengoreksinya. Selengkapnya ...